Tes Penjurusan SMAN 10 Gunakan Aplikasi

JawaPos.com – Tes penjurusan bagi siswa baru di SMAN 10 Surabaya dilaksanakan berbeda, Selasa (19/7). Siswa tampak sibuk dengan handphone masing-masing.

Tidak ada yang melarang aktivitas tersebut. Sebab, ujian penjurusan memang menggunakan aplikasi CBT Exam yang terinstal di setiap gadget siswa.

Ratusan siswa yang masih mengenakan seragam putih biru terlihat serius mengerjakan 40 butir soal. Satu tangan memegang gadget dan tangan lainnya sibuk menghitung dalam selembar kertas.

’’Siswa tetap kami sediakan selembar kertas karena harus mengerjakan soal dengan menghitung. Sebab, 40 soal tersebut terdiri atas campuran empat mapel berbeda. Yakni, fisika, kimia, biologi, dan matematika,’’ tutur Kepala SMAN 10 Hasanul Faruq.

Menurut dia, kini siswa sudah akrab dengan teknologi. Termasuk penggunaan gadget. Nah, sekolah ingin mengarahkan siswa untuk memanfaatkan teknologi pada hal positif.

’’Kami kampanyekan kepada siswa baru bahwa gadget juga bisa digunakan untuk pembelajaran,’’ ungkapnya.

Alasan keamanan dan kepraktisan juga menjadi pertimbangan sekolah mengganti ujian model lama yang menggunakan kertas. Dengan CBT Exam, setiap siswa akan mendapatkan soal berbeda.

’’Jadi, siswa tak bisa lagi tengok kiri-kanan karena jenis soalnya berbeda. Selain itu, aplikasi CBT Exam memudahkan guru, tidak usah repot membuat banyak macam paket soal,’’ jelasnya.

Ketua IT SMAN 10 Ali Gufron menambahkan, secara teknis distribusi aplikasi CBT Exam sudah dilakukan saat pra-MPLS pada Jumat (15/7).

Siswa sudah diberi petunjuk penginstalan aplikasi. Username dan password juga dibagikan pada hari yang sama.

’’Selain bisa diunduh melalui Android, CBT Exam sudah bisa di-download pada aplikasi ponsel lain seperti IOS, BBM’’ katanya.

Ali mengungkapkan, kendala CBT Exam dialami siswa yang memiliki gadget dengan layar di bawah 4 inci.

Layar yang terlalu kecil cukup menyulitkan siswa karena harus memperbesar (zoom in) dan memperkecil (zoom out) untuk melihat serta mengganti laman.

’’Untuk itu, kami menyarankan agar menggunakan komputer sekolah jika belum mempunyai handphone dengan standar layar itu,’’ jelas guru matematika tersebut.

Sekolah menyediakan 80 komputer yang bisa digunakan siswa. ’’Sekolah tidak memaksa jika siswa tidak memiliki gadget,’’ ucapnya.

Penggunaan CBT Exam, lanjut dia, juga mempercepat siswa dalam mengetahui hasil ujian. ’’Sistem sudah langsung membaca dan memberitahukan skor siswa setelah ujian selesai,’’ paparnya.

Leave a comment